Sabtu, 31 Oktober 2015

MENCIPTAKAN KEHIDUPAN HARMONIS DALAM MASYARAKAT BERAGAM DENGAN PRINSIP KESTARAAN


 
A.      KKeragaman dalam Kehidupan Masyarakat
1.           Pengertian
      Keragaman adalah suatu kondisi dimana masyarakat dimana terdapat perbedaan -perbedaan dalam berbagai bidang.  Terutama suku bangsa, ras, agama, ideologi, dan kebudayaan.

2.           Faktor Penyabab Keragaman di Indonesia
a.       Faktor Geografis
Indonesia memiliki posisi yang strategis dengan diapit oleh 2 benua dan 2 samudera. Sehingga memungkinkan adanya suku asing yang masuk di Indonesia.
b.      Faktor Sejarah
Berkaitan dengan masuknya budaya dan agama dari luar melalui perdagangan dan penjajahan yang ada di Indonesia. Sehingga tanpa diduga budaya dan agama itu dapat masuk di Indonesia dan berkembang.
c.       Faktor Bentuk Fisik Indodesia
Tidak salah lagi jika indonesia banyak suku maupun agama. Itu semua dikarenakan bentuk fisik indonesia yang memiliki banyak pulau yang mingkin setiap pulau itu hanya memiliki satu suku atau banyak suku.

3.      Unsur-unsur Keragaman dalam Madyarakat
a.       Ciri Fisik
Membicarakan tentang bentuk tubuh masyarakat berdasarkan keturunan.
b.      Ciri Sosial
Terjadi katena pembentukan kelompok-kelompok sosial.
c.       Ciri Kebudayaan
Kesamaan budaya pada anggota masyarakat.

B.       Prinsip Kesetaraan dalam Kehidupan Bermasyarakat yang Beragam
                        Kesetaraan masyarakat bahwa manusia sebagai mahluk Tuhan Yang MahaEsa memiliki ringkat dan kedudukan yang sama. Setiap manusia nyang dilahirkan setara, meskipun keragaman identitas yang disandangnya.

C.      Keberagaman Sebgai Anugerah dari Tuhan Yang MahaEsa
            Indonesia terkenal dengan segala keragamannya. Mulai dari flora dan fauna, macam-macam suku bangsa hingga keragaman budaya. Dari Samabang sampai Merauke, Indonesia di anugerahi keberagaman yang sangat banyak.

D.      Mengembangkan Sikap Kritis untuk Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Harmonis
Di Indonesia sangat beragam. Sehingga sering terjadi konflik antar kelompok masyarakat karena berbeda suku atau agama. Oleh sebab itu, agar tidak terjadi konflik, maka kita perlu :
a.       Sikap toleransi
b.      Meninggalkan sikap primordialisme
c.       Mengembangkan kesadaran peranan
d.      Menembangkan sikap nasionalisme, dan
e.       Menyelesaikan konflik secara akomodatif.

Rabu, 07 Oktober 2015

MATERI GEOGRAFI (PERTAMBANGAN NIKEL)



BAHAN TAMBANG NIKEL:

Proses terbentuk

Nikel yang terbentuk dalam ledakan supernova
 Miliaran tahun lalu, semua nikel yang saat ini di bumi tercipta dalam ledakan supernova. Ini adalah satu-satunya tempat di alam, di mana kondisi suhu dan tekanannya cukup untuk atom nikel terbentuk.
 Endapan nikel laterite terbentuk dari hasil pelapukan dari dalam batuan induk dari jenis ultrabasa. Umumnya terbentuk pada iklim tropis sampai sub-tropis. Saat ini kebanyakan nikel laterite memang terbentuk di daerah ekuator.



Persebaran di indonesia
Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku
persebaran SDA Indonesia.jpg

Pertambangannya
 Survei tinjau , yaitu kegiatan explorasi awal terdiri dari pemetaan geologi regional, pemotretan udara,citra satelit dan metode survey tidak langsung lainnya untuk mengedintifikasi daerah-derah anomial atau meneraliasasi yang proespektif untuk diselifdiki lebih lanjut.
Sasaran utama dari peninjauan ini adalah mengedintifikasi derah-daerah mineralisasi/cebakan skala regional terutama hasil stud geologi regional dan analisis pengindraan jarak jauh untuk dilakukannya pekerjaan pemboran. Lebih jelasnya, pekerjaan yang dilakukan pada tahapan ini adalah :
1.      Pemetaan Geologi dan Topografi skala 1 : 25.000 samapai skala 1 : 10.000. Penyelidikan geologi yang berkaitan dengan aspek-aspek geologi diantaranya : pemetaan geologi,parit uji, sumur uji. Pada penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan contoh yang berkaitan dengan aspek geologi dilapangan. Adapun pengamatan yang dilakukan meliputi : jenis litologi, mineralisasi, ubahan dan struktur pada singkapan, sedangkan pengambilan contoh berupa batuan terpilih.
2.      Pembuatan Sumur Uji
3.      Survey geofisika : aerimagnet
4.      Hasisnya sumber daya emas hipotetik sampai tereka.
Prospeksi Umum, dilakukan untuk mempersempit dearah yang mengandung cebakan mineral yang potensial.
Kegiatan Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan contoh awal, misalnya puritan dan pemboran yang terbatas, study geokimia dan geofisika, yang tujuanya adalah untuk mengidentifikasi suatu Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resources) yagn perkiraan dan kualitasnya dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan diatas.
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap Survei Tinjau. Cakupan derah yang diselidikii lebih keci dengan skala peta antara 1 : 50.000 sampai dengan 1 : 25.000. Data yang didapat meliputi morfologi (topografi) dan kondisi geologi (jenis batuan/startigrafi dan struktur geollogi yang berkembang). Pengambilan contoh pada derah prospek secara alterasi dan mineralisasi dilakukan secara sistematis dan terperinci untuk analisa laboratorium, sehinga dapat diketahui kadar/kualitas cebakan mineral suatu daerah yang akan dieksplorasi.
Exsplorasi awal, yaitu deliniasi awal dari suatu endapan yang teredintifikasi.
Exsplorasi rinci, yaitu tahap explorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam tiga dimensi terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari dari percontohan singkapan,puritan, lubang bor, shafts, dan terowongan.
Pada dasarnya pekerjaan yang dilakukan pada tahapan Exsplorasi adalah :
1.      Pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5000 sampai 1 : 1000
2.      Pengambilan contoh dan analisis contoh
3.      Penyelidikan geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan, untuk dapat mengetahui struktur bawah permukaan sefrta geometri cebakan mineral. Pada survey ini dilakukan pengukuran topografi, IP, Geomangit, Geolistrik.
4.      Pemboran Inti
5.      Hasilnya sumber daya nikel terunjuk dan terukur.


 

 Dampak penanggulangan yang tidak baik
a.      Dampak Penambangan Nikel Terhadap Lahan/Tanah
Akibat aktifitas penambangan Nikel, banyak dapak negative yang ditimbulkan terhadap lahan atau tanah, seperti:
Ø  Tanaman masyarakat menjadi rusak akibat aktifitas penambangan.
Ø  Merusak lahan-lahan masyarakat dengan lubang-lubang eksplorasi sementara.
Ø  Dari aktifitas pertambangan menyebabkan terjadinya hujan asam yang mengebabkan tanah menjadi tercemar dan tanaman yang terkena hujan asam menjadi mati.
Ø  Lahan di sekitar pertambangan penuh dengan lubang dan tandus. Lahan ini bekas eksploitasi penambangan yang belum direklamasi /revegetasi sebagaimana mestinya.
Ø  Lahan hutan di sekitar pertambangan mengalami penebangan liar yang semakin meningkat karena adanya jalan pertambangan dan pelabuhan yang dibangun.

b.      Dampak Penambangan Terhadap Air
Akibat aktifitas penambangan Nikel, banyak dapak negative yang ditimbulkan terhadap air, seperti:
Ø  Ekosistem Danau Matano rusak karena hempasan debu dan asap dari pabrik, pembuangan limbah dari perumahan di atas danau, erosi tanah dan sedimentasi dari bekas galian yang hanyut ke danau.
Ø  Polusi penambangan berupa asap yang mengandung asam akan menyebabkan terjadinya hujan asam yang akan mencemari air.
Ø  PT Inco merubah bentang sungai Larona yang dahulu indah menjadi PLTA untuk menyuplai listrik ke pabrik peleburan nikel di Sorowako. Pembangunan PLTA Larona ini telah menggenangi mesjid, rumah, sawah dan kebun-kebun penduduk yang tinggal di sekitar Danau Towuti. PLTA tersebut juga mengurangi sumber makanan lokal, karena mencegah proses migrasi sejenis belut lokal, sehingga populasi mereka turun sangat drastis. Pembangunan PLTA Larona kedua menyebabkan peningkatan debit air sungai Larona secara drastis dan mengakibatkan kampung-kampung di sekitarnya dilanda banjir.

Sabtu, 03 Oktober 2015

3 ASAP


Dari lembah tandus, Aku, Farel dan Ocan melihat sekumpulan hewan ternak mati karena kemarau panjang yang telah melanda wilayah ini. Sejauh mata kami memandang, begitu pekat asap dari kebakaran hutan yang melanda wilayah ini. Entah mengapa ini biasa terjadi. Bau hangus pepohonan terbakar begitu menusuk indrera penciuman kami.
“broo,, hebat betul tempat ini!” gue memulai percakapan. ”iya Lex,, habis semua. Tidak ada yang tersisa” lanjut Ocan.

Nyiris betul melihat tempat ini. Kalau aku gambarkan, seperti padang safana yang ada di Afrika, tapi yang ini lebih parang, karena di tambah dengan kebakaan lahan yang menimpa wilayah ini.
“sungguh biadap. tidak punya otak  yang telah membakar hutan ini.” Ocan berseru.
Kami adalah Mahas siswa pecinta alam yang sedang berekspedisi di kawasan perhutanan di Kepulauan Riau. Kami malakukan ekspedisi ini bukan tanpa tujuan. Kami melakukan ini karena kami menolak pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan sawit. Bukan maksud untuk campur tangan dalam hal ini, tapi karena hal inilah banyak satwa satwa yang ikut terbakar, asap dimana mana yang dapat meencemari lingkungan sekitar.
Dengan ketidak setujan kami dengan hal itu, maka kami terdorong untuk melawan itu sesuai title kami “MahaSiswa Pecinta Alam”

“kriiing kriiing kriiing..!!!” alarm jam gue berbunyi menunjukan pukul 07 : WIB. Segera gue bergegas untuk mandi. Mulai dari sikat gigi, shampoan, sabunan dan akhirnya selesai semua, gue segera menelpon Farel dan Ocan. Mereka ini adalah sahabat gue yang paling jos. Kami saling kenal sejak semester 3 di perkuliahan.
Pertama gue menelpon Ocan “broo sudah siap belom.?”
“bentar lagi nih, lagi nyiapin bekal.” Jawab Ocan. “siip kabari kalau sudah siap!” kataku sambil mematikan panggilan.

“hallo,, sudah siap balom loe..?” tanya gue di telpon. “ udah nih, gue mau ke rumah loe sekarang” jawab Farel. “okey gue tunggu!” lanjut gue.

Sambil nunggu mereka datang, gue nyiapin kopi untuk mereka. Ya berhubungan dengan dinginnya pagi ini.

“tuuuut tuuuut tuuut” hape gue bunyi. Ternyata telpon dari Ocan. “broo, gue dah siap, segera berangkat” kata Ocan girang. “okey,, gue tunggu di depan rumah gue” kata gue. “ siip” lanjut Ocan.

Ocan yang pertama nyampe rumah gue, karena kebetulan rumahnya dekat dengen rumah gue. Tak berselang lama, sekitar 10 menitan, Farel pun menyusul.
“gimana, sudah siap pa blom loe pade..?” tanya Farel sambil keluar dari mobil Jipnya.
“siap dong..!!” jawab gue dan Ocan bareng.
“Cepet masukin semua barang barang loe pade, jangan sampe ada yang ketinggal, bisa kacau rencana nanti” perintah Farel sok Cool.
“yoo man,, udah semua. Tidak ada yang ketinggal” kata gue. “ ya dah, cepetan masuk, keburu siang nanti. Takut panas, takut kulit gue hitem” celocos Farel.

Ya jarak antara rumah gue sampe ke hutan ya lumayan jauh, sekitar 3 jam an lah. Tapi itu semua tidak membuat semangat kami pudar. Demi menyelamatkan hutan kami tercinta, kami siap utuk segala resiko yang menghalang. Hingga sampe sampe mobil yang kita tunggangi mogog dan terpakasa kami dorong sampe bengkel.
“baru bentar aja udah kena masalah, apa lagi sudah sampe sana..!!” celocos Farel. Farel memang di kenal sangat manja, penuh perarawatan kaya cewe gitu deh.

Kurang lebih udah 3 jam kami dalam perjalanan, akhirnya sampai juga. Begitu terkejutnya kami ketika kami di sambut dengan asap putih pekat yang segera menghalangi jarak pandang kami.
“bro, padahal kita belum sampai hutan, tapi huuu...! asapnya sungguh menggila” celocosku. Memang udara di sekitar kami ini udah tidak layak untuk di hirup. Dengan segera aku menyuruh agar memakai masker rumah sakit.
“benar bro... liat aja ini, kasian gue lihat hewan ini” kata Farel sambil membopong monyet yang hangus terbakar.

Kami di area itu hanya sekitar 1 jam. Karena kedatangan pertama kali kami kesini adalah untuk   mengejek dulu keadaan area sekitar. Lagi pula kami juga belum membawa perlengkapan yang layak untuk kondisi yang sangat parah ini. Mungkin 2 hari lagi kami berangkat lagi.
“ayok broo,, kita pulang, perlengkapan kita kurang. Tidak baik untuk berkemah, lagian kita juga tidak punya banyak tenaga untuk mengatasi ini” ajak gue langsung masuk mobil.
Kami pun langsung bergegas pulang.
Sekitar pukul 13 :00 WIB, kami sampai di rumah gue.
“okey broo, kita pulang dulu!” Ocan dan Farel pamit.

Ke esokan harinya, gue pun kirim sms sama Ocan dan Farel.
“hey loe pade, cepetan ke rumah gue” Sms gue.

Tak butuh waktu lama buat nunggu mereka datang. Ternyata kedatangan mereka kali ini tidak seperti biasa. Kini Ocan datang bersama dengan mobil  Farel. Keluar dari dalam mobil, ocan berkata “ada apa coy..?” “kali in kita akan bekerja sama dengan petugas Damkar” jawab gue.
Dengan segera, Farel pun berkata dengan tegas “ayo cepetan naik, kita segera let’s go...!”
“eits, tunggu dulu, gue belum mandi” kata gue sambil cengingisan. “yaudah cepetan” bentak Ocan.

Sekitar 20 menit, akhirnya kami berangkat. Selama perjalanan, kami saling bercanda sampai sampai tidak memperhatikan jalan dan hampir saja kami menabrak anjing.
Setibanya di markas Damkar, kami langsung di hentikan oleh seorang petugas piket yang sementara berjaga di gebang.
“STOP..! turun..!” perintah petugas itu dengan tegas. Tanpa basa basi, kamipun menurutinya.
“ada keperluan apa kalian semua datang ke sini..?” tanya petugas itu. Sambil memeriksa mobil kami. Bagaimana petugas itu tidak curiga, penampilan kami aja cukup urakan. Ya tahu sendiri bagaimana gaya anak perkuliahan.
Ya karena niat kami baik, kami pun menjelaskannya dengan baik pula bahwa kami mempunyai inisiatif untuk ikut petugas Damkar dalam mengatasi kebakaran hutan di tempat yang kami tuju lalu.
Pertama permintaan kami di tolak. Namun setelah lama bernegosiasi, akhirnya kapi pun boleh ikut dalam mengatasi kebakaran di Kepulauan Riau. Namun ada beberapa syarat yang harus kami ikuti. Yang pertama kami harus memiliki surat keterangan sehat dari dokter. Yang ke dua, surat izin dari kampus dalam rangka mengikuti kegiatan ini.
Selain berbicara masalah ini, kami pun bertanya tanya tentang apa semua yang ada dalam markas Damkar ini. Setelah sekian lama di sana, akhirnya kami pun pulang.
“baik pak, kami mengucapkan terima kasih atas semua waktunya. Kami juga minta maaf karena datang kemari tanpa mengabarinya terlebih dahulu” katau gue mewakili temen temen gue.
“iya sama sama. Tidak papa kok, itu juga sebagian tugas dari kami untuk melakukan pengenalan tentang apa itu Damkar dan apa semua yang ada. Ya tapi alangkah lebih baik jika tadi ade ade semua ini memiliki izin dulu dari kampus untuk melakukan kunjungan ini” kata petugas Damkar yang telah meluangkan waktu untuk kami.
            “kalau begitu, kami minta izin untuk pulang” kata gue. “iya. Jangan segan segan untuk datang kemari lagi. Siapa tahu, bisa menjadi salah satu anggota Damkar” gurau sang petugas.
Kami pun pulang menuju rumah gue. Dari pembicaraan tadi, kami akan mengikuti petugas Damkar itu besok.
            Sesampainya dirumah, kami langsung bergegas mengambil uang untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.
            Sesampainya di rumah sakit, kami langsung mengambil nomor antri. Beruntung nomor yang kami ambil masing masing tidak lama sudah di panggil. Kami sangat berharap sekali kalau kami ini berada dalam kondisi sehat. Ternyata doa kami terwujud. Kami di nyatakan dalam kondisi sehat.
“broo sehat bro..” girang Ocan.
“ayo dah, kita pulang” bujuk gue.
Dan akhirnya kita dah sampai di rumah masing masing, dan tidak sabar menunggu hari esok.

ESOK HARI TELAH TIBA. Alarm gue bunyi. Gue langsung bangun dan langsung menelepon mereka semua. Tiba tiba Farel berkata “eh bro, kita belum ambil surat izin dari kampus. Mati kita tidak bisa ikut Damkar.” Farel panik.
Tidak mau buang waktu, kami langsung pergi ke Kampus untuk menemui Kepala kampus untuk memintan surat keterangan izin. Untung kepala kampus orangnya enak kan. Alhasil kami pun udah dapan dua syarat dari Damkar.
“kriiiing kriiing kriiing” hepe gue bunyi, ternyata dari petugas Damkar yang kemarin.
“bagaimana, apakah ade ade sudah siap?” tanya petgas itu. Langsung saja gue jawab dengan tegas “siap pak, kami segera menuju ke tempat bapak!”
Tanpa pulang kerumah, kami pun langsung brangkat, karena segala perlengkapan yang memadai telah ada dalam mobil.
Dalam perjalanan, kami memacu kendaraan dengan kecepatan penuh karena tidak sabar untuk segera sampai.
“broo pelan pelan saja broo,,  mrinding gue” kata Ocan sambil meepuk nepuk pundak Farel kerena ketkutan. “aih begini uadah laju..? laju tu kaya gini” kata Farel malah menambah laju kendaraannya.
“brooo, gue takut, gue belum nikah bro.” Ocan makin histeris. Gue dan Farel hanya tertawa. “iya deh” kata Farel sambil menurunkan kecepatan.
            Akhirnya kami telah sampai di markas Damkar.
            Sebelumnya kami meminta izin kepada petugas piket sambil melihatkan surat tanda izin dari kampus. “baiklah. Segera masuk!” kata petugas itu sambil mempersilahkan kami masuk.
            Dengan segera kami menuju petugas kemarin yang ternyata dia itu adalah seorang komandan.
Tidak lama kami untuk dapat bertemu dengan komandan itu.
            “selamat pagi. Kami dari Maha Siswa yang kamarin hendak menyerahkan syarat yang kami sudah tepati. Dan kami telah siap untuk mengikuti kegiatan Damkar. Kata Farel sambil memberikan surat itu kepada komandan.
“hmm.. baiklah, segara ade ade untuk berganti kostum orange yang telah siapkan” kata Komandan itu.
Mulai memakai baju orange yang cukup tebal, mungkin supaya badan tidak terasa terbakar saat memadamkan api. Lalu memakai celana yang cukup tebal juga, memakai sapatu bot yang cukup tebal pula. Tak lupa kami pun memakai topi. Setelah semuanya selasai, kami langsung menuju markas besar yang telah banyak petugas yang berkumpul untuk berdoa agar bisa selamat saat bertugas.
            Setelah itu, kami pun langsung naik ke mobil Damkar yang cukup canggih. Sirine pun di bunyikan. “nieut niut niut” suara sirine itu. Mobil pun melaju ke tempat tujuan.
“akhirnya gue bisa juga naik mobil ini” guman gue dalam hati.
            Setelah sampai, semuanya dengan sigap mengambil perlengkapan untuk memadamkan api yang cukup garang. Seperti kadatangan kami yang lalu, belum sampai titik api saja, kami sudah di sambut kabut asap yang cukup pekat.
            Menunggu aba aba dari komandan, kami semua telah siap. Angsung saja ada komando dari Komandan “semuanya siap..? maju...!” kata komandan itu sambil menunjuk titik api.
            Dengan segera gue dan yang lainya pun segera memaamkan api.


SEKIAN!!!!!!!!!!