BAHAN
TAMBANG NIKEL:
Proses
terbentuk
Nikel yang terbentuk dalam ledakan supernova
Miliaran tahun lalu, semua nikel yang saat ini di bumi tercipta dalam ledakan supernova. Ini adalah satu-satunya tempat di alam, di mana kondisi suhu dan tekanannya cukup untuk atom nikel terbentuk.
Endapan nikel laterite terbentuk dari hasil pelapukan dari dalam batuan induk dari jenis ultrabasa. Umumnya terbentuk pada iklim tropis sampai sub-tropis. Saat ini kebanyakan nikel laterite memang terbentuk di daerah ekuator.
Miliaran tahun lalu, semua nikel yang saat ini di bumi tercipta dalam ledakan supernova. Ini adalah satu-satunya tempat di alam, di mana kondisi suhu dan tekanannya cukup untuk atom nikel terbentuk.
Endapan nikel laterite terbentuk dari hasil pelapukan dari dalam batuan induk dari jenis ultrabasa. Umumnya terbentuk pada iklim tropis sampai sub-tropis. Saat ini kebanyakan nikel laterite memang terbentuk di daerah ekuator.
Persebaran
di indonesia
Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi
nikel adalah Papua dan Maluku

Pertambangannya
Survei tinjau , yaitu kegiatan explorasi
awal terdiri dari pemetaan geologi regional, pemotretan udara,citra satelit dan
metode survey tidak langsung lainnya untuk mengedintifikasi daerah-derah
anomial atau meneraliasasi yang proespektif untuk diselifdiki lebih lanjut.
Sasaran utama dari peninjauan ini adalah
mengedintifikasi derah-daerah mineralisasi/cebakan skala regional terutama
hasil stud geologi regional dan analisis pengindraan jarak jauh untuk
dilakukannya pekerjaan pemboran. Lebih jelasnya, pekerjaan yang dilakukan
pada tahapan ini adalah :
1.
Pemetaan Geologi dan Topografi skala 1 : 25.000 samapai skala 1 : 10.000.
Penyelidikan geologi yang berkaitan dengan aspek-aspek geologi diantaranya :
pemetaan geologi,parit uji, sumur uji. Pada penyelidikan geologi dilakukan
pemetaan geologi yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan contoh yang
berkaitan dengan aspek geologi dilapangan. Adapun pengamatan yang dilakukan
meliputi : jenis litologi, mineralisasi, ubahan dan struktur pada singkapan,
sedangkan pengambilan contoh berupa batuan terpilih.
2.
Pembuatan Sumur Uji
3.
Survey geofisika : aerimagnet
4.
Hasisnya sumber daya emas hipotetik sampai tereka.
Prospeksi Umum, dilakukan untuk mempersempit dearah
yang mengandung cebakan mineral yang potensial.
Kegiatan
Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan contoh
awal, misalnya puritan dan pemboran yang terbatas, study geokimia dan
geofisika, yang tujuanya adalah untuk mengidentifikasi suatu Sumber Daya
Mineral Tereka (Inferred Mineral Resources) yagn perkiraan dan kualitasnya
dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan diatas.
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap Survei
Tinjau. Cakupan derah yang diselidikii lebih keci dengan skala peta antara 1 :
50.000 sampai dengan 1 : 25.000. Data yang didapat meliputi morfologi
(topografi) dan kondisi geologi (jenis batuan/startigrafi dan struktur geollogi
yang berkembang). Pengambilan contoh pada derah prospek secara alterasi dan
mineralisasi dilakukan secara sistematis dan terperinci untuk analisa
laboratorium, sehinga dapat diketahui kadar/kualitas cebakan mineral suatu
daerah yang akan dieksplorasi.
Exsplorasi awal, yaitu deliniasi awal dari suatu
endapan yang teredintifikasi.
Exsplorasi rinci, yaitu tahap explorasi untuk mendeliniasi
secara rinci dalam tiga dimensi terhadap endapan mineral yang telah diketahui
dari dari percontohan singkapan,puritan, lubang bor, shafts, dan terowongan.
Pada dasarnya pekerjaan yang
dilakukan pada tahapan Exsplorasi adalah :
1.
Pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5000 sampai 1 : 1000
2.
Pengambilan contoh dan analisis contoh
3.
Penyelidikan geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan,
untuk dapat mengetahui struktur bawah permukaan sefrta geometri cebakan
mineral. Pada survey ini dilakukan pengukuran topografi, IP, Geomangit,
Geolistrik.
4.
Pemboran Inti
5. Hasilnya
sumber daya nikel terunjuk dan terukur.
Dampak penanggulangan yang tidak baik
a.
Dampak
Penambangan Nikel Terhadap Lahan/Tanah
Akibat aktifitas penambangan Nikel,
banyak dapak negative yang ditimbulkan terhadap lahan atau tanah, seperti:
Ø Tanaman
masyarakat menjadi rusak akibat aktifitas penambangan.
Ø Merusak
lahan-lahan masyarakat dengan lubang-lubang eksplorasi sementara.
Ø Dari
aktifitas pertambangan menyebabkan terjadinya hujan asam yang mengebabkan tanah
menjadi tercemar dan tanaman yang terkena hujan asam menjadi mati.
Ø Lahan di
sekitar pertambangan penuh dengan lubang dan tandus. Lahan ini bekas eksploitasi
penambangan yang belum direklamasi /revegetasi sebagaimana mestinya.
Ø Lahan hutan
di sekitar pertambangan mengalami penebangan liar yang semakin meningkat karena
adanya jalan pertambangan dan pelabuhan yang dibangun.
b.
Dampak
Penambangan Terhadap Air
Akibat aktifitas penambangan Nikel,
banyak dapak negative yang ditimbulkan terhadap air, seperti:
Ø Ekosistem
Danau Matano rusak karena hempasan debu dan asap dari pabrik, pembuangan limbah
dari perumahan di atas danau, erosi tanah dan sedimentasi dari bekas galian
yang hanyut ke danau.
Ø Polusi
penambangan berupa asap yang mengandung asam akan menyebabkan terjadinya hujan
asam yang akan mencemari air.
Ø PT Inco
merubah bentang sungai Larona yang dahulu indah menjadi PLTA untuk menyuplai
listrik ke pabrik peleburan nikel di Sorowako. Pembangunan PLTA Larona ini
telah menggenangi mesjid, rumah, sawah dan kebun-kebun penduduk yang tinggal di
sekitar Danau Towuti. PLTA tersebut juga mengurangi sumber makanan lokal,
karena mencegah proses migrasi sejenis belut lokal, sehingga populasi mereka
turun sangat drastis. Pembangunan PLTA Larona kedua menyebabkan peningkatan
debit air sungai Larona secara drastis dan mengakibatkan kampung-kampung di
sekitarnya dilanda banjir.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus